JAKARTA - Jabatan Panglima Tentara Nasional Indonesia atau Panglima TNI, merupakan jabatan tinggi yang berada dalam TNI. Di mana jabatan tersebut meliputi gelar Jenderal/Laksamana/Marsekal Udara, sebagai panglima TNI memiliki bintang 4 yang diangkat langsung dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Indonesia.
Secara resmi Tentara Nasional Indonesia atau TNI berdiri pada tahun 1947. Setelah sebelumnya telah terbentuk beberapa basis militer yang menjadi cikal bakal TNI, seperti Pembela Tanah Air (PETA), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), atau Badan Keamanan Rakyat (BKR).
Setelah TNI dibentuk pada masa awal kemerdekaan Indonesia, siapakah sosok yang pertama kali diangkat menjadi Panglima TNI?
Sosok pahlawan yang pertama kali diangkat menjadi seorang Panglima TNI, adalah Jenderal Soedirman. Tepatnya pada tanggal 28 Juni 1947, Jenderal Soedirman dilantik oleh Presiden Soekarno sebagai panglima TNI.
Dengan menduduki posisi sebagai panglima TNI, maka pucuk pimpinan berada di tangan sang panglima. Serta seluruh wewenang dan komando operasional militer untuk menggerakan pasukan atau alat senjata diberikan kepada pemangku jabatan panglima TNI.
Pengangkatan Jenderal Soedirman sebagai seorang panglima TNI pada waktu itu tidak melalui pemilihan dari Presiden Soekarno, melainkan dipilih melalui rapat konferensi anggota TKR, yang diselenggarakan pada 12 November 1945.
Pada waktu itu, Presiden Soekarno sudah memilih Soeprijadi sebagai pimpinan TKR yang secara tidak langsung juga menduduki jabatan panglima TNI. Namun, karena tidak pernah hadir dan tidak pernah dilantik sebagai pimpinan tertinggi, maka konferensi yang dihadiri oleh seluruh anggota TKR untuk memilih sosok pimpinan tertinggi diselenggarakan.
Menurut buku ‘Jenderal Soedirman Pemimpin Pendobrak Terakhir Penjajahan di Indonesia, Kisah Seorang Pengawal’ (1993), mengisahkan bahwa saat pemilihan yang dilakukan dalam rapat anggota TKR terdapat beberapa calon yang diajukan untuk menjadi panglima TNI. Seperti Hamengkubuwono IX, Oerip Soemohardjo. Soedirman, M Pardi, Suryadarma, dan Nazir.
Hingga akhirnya pada pemilihan ketiga, nama Kolonel Soedirman memperoleh suara terbanyak, dan menjadikan dirinya sebagai panglima TNI pertama.
Sosok Jenderal Soedirman dikenal sebagai seorang yang tidak mudah menyerah, pendiam, teguh hati, lemah lembut dalam bertutur kata, namun tetap tegas sebagai seorang pemimpin dan ketentaraan. Dirinya juga dikenal sebagai sosok yang cepat tanggap dalam mengambil keputusan, dan seorang pemimpin yang gemar mendengar pendapat orang lain. Jenderal Soedirman juga dikenal sebagai sosok yang taat beragama dan rajin beribadah.
Hingga sepeninggalan Jenderal Soedirman, jabatan panglima TNI tidak dipilih kembali. Melainkan digantikan oleh Kolonel T.B Simatupang, yang diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Perang (KASAP). Namun, saat ini di masa pemerintah Presiden Jokowi jabatan panglima TNI telah dikembalikan, dan pegang oleh Laksamana TNI Yudo Margono, yang dilantik pada tanggal 19 Desember 2022.
(Fakhrizal Fakhri )