Dirinya diketahui selamat karena berlindung di hutan yang sangat lebat. Di hutan tersebut Untung Suropati bertemu dengan beberapa orang dari berbagai daerah seperti Bugis, Makassar, Ambon, dan Melayu,
Ternyata kekuatan seluruh pasukan Untung Suropati tidak bisa menembus pertahanan VOC sehingga dirinya kembali kabur memasuki hutan di kawasan Cianjur dan Cirebon. Disinilah Untung Suropati meminta perlindungan kepada Kesultanan Cirebon yang dikuasai oleh Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badarudin. Namun usahanya justru ditentang oleh anak angkatnya bernama Pangeran Surapati hingga berujung pada pertempuran hebat.
Akhirnya perseteruan itupun didengar oleh Sultan Cirebon dan mengutus prajuritnya untuk membunuh sang anak angkat karena dirasa angkuh dan terbukti bersalah. Sejak itulah kemudian kesultanan Cirebon menyematkan nama Surapati pada Untung hingga dia dikenal sebagai Untung Surapati*
(Hafid Fuad)