JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres), Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dianggap sangat bijak dalam menyikapi konflik Israel dan Hamas. Di mana, ribuan warga Palestina meninggal.
Sikap yang diambil Ganjar-Mahfud MD, menurut pengamat politik, Fernando Emas, sejalan dengan amanat dan konstitusi. Keduanya patut diapresiasi karena komitmen dalam menegakkan konstitusi.
"Ganjar dan Mahfud yang berkomitmen akan menegakkan konstitusi bukan saja hanya di dalam negeri, tetapi juga harus memiliki sikap tegas untuk penegakan konstitusi di tingkat dunia," ujar Fernando dalam keterangannya, dikutip Rabu (8/11/2023).
Pada saat menolak kehadiran Timnas Israel dalam gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia, meski berbuntut pada Ganjar maupun PDI Perjuangan diterpa sentimen negatif pada Maret lalu. Ditambah FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20.
"Sikap PDI-Perjuangan dan Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah pada saat itu yang menolak Tim Israel pada Piala Dunia U-20 mendapat respons negatif pada saat itu karena terkait aktivitas olahraga," katanya.
Ganjar dan Mahfud pada beberapa kesempatan menyampaikan sikap terkait Palestina. Meski sebelumnya, Ganjar sempat irit bicara mengenai konflik tersebut.
Saat acara "Pidato Capres Republik Indonesia: Arah dan Strategi Politik Luar Negeri" yang digelar CSIS, Ganjar menekankan bahwa Indonesia harus bijak dalam membantu penyelesaian konflik Palestina dan Israel.
Ganjar menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil inisiatif untuk menyelesaikan perang yang menelan banyak korban jiwa. Itu sejalan dengan amanat konstitusi untuk menciptakan perdamaian dunia.
"Sehingga ini bisa selesai dan penyelesaiannya harus melibatkan negara lain, tidak bisa sendiri," kata Ganjar beberapa waktu lalu.