Sementara Mahfud yang juga Menko Polhukam menegaskan bahwa Indonesia mengutuk konflik tersebut. Kemudian, dalam mendorong perdamaian, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia tak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel sebelum Palestina merdeka.
Terlepas dari sikap yang sudah dilontarkan, Fernando mengingatkan Ganjar-Mahfud dan tim kampanye di Pilpres 2024 agar berhati-hati dalam mengkomunikasikan konflik Isral dan Hamas. Itu diperlukan untuk menghindari salah persepsi dari publik, mengingat ada yang melihat perang tersebut berlatar agama.
"Agar jangan kembali mendapatkan respon negatif dari para pendukungnya. Tim Ganjar dan Mahfud harus memanfaatkan momen sekarang ini untuk menjelaskan bahwa mereka bukan anti terhadap Israel dan bukan karena persoalan agama tetapi karena penegakan konstitusi secara adil di tingkat dunia," ujar Fernando.
Pada momentum Pilpres 2024, semua kandidat capres-cawapres diharapkan tidak memainkan perang Israel dan Hamas dalam bingkai konflik agama. Fernando khawatir, bisa memicu polarisasi di masyarakat yang memunculkan kembali politik identitas jika mempolitisasi isu tersebut.
"Saya berharap semua pihak, termasuk tiga pasangan capres dan cawapres serta para pendukungnya melihat konflik antara Israel dengan Palestina tidak konflik agama," tuturnya.
"Sikap politik internasional, terutama para capres dan cawapres, akan menjadi perhatian para pemilih," pungkasnya.
(Arief Setyadi )