Ia juga merupakan saksi mata dari peristiwa Supersemar, sebuah peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Meskipun memiliki pangkat yang tinggi, dia juga terlibat dalam perlawanan terhadap pemberontakan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan.
BACA JUGA:
Pada tahun 1964, beliau lolos dari penyergapan pasukan Andi Selle di Pinrang. Jenderal Jusuf memilih untuk tidur dengan pistol di bawah bantalnya dan sebuah sten gun yang berada dekat dengan tempat tidurnya daripada dilindungi oleh anak buahnya.
Keputusan ini mungkin dipengaruhi oleh karakternya yang kuat dan integritasnya yang tinggi dalam menjalankan tugasnya, serta kepeduliannya terhadap kehormatan dan martabat militer Indonesia.
Karena tidak adanya pos penjagaan di rumah Jenderal Jusuf maka para tentara yang ditugaskan untuk berjaga hanya memantau dari garasi rumah. Mayor Jenderal Benny Moerdani secara diam-diam menunjuk beberapa prajurit pilihan dari Korps Baret Merah yang ditugaskan untuk mengawal ke mana pun Jendral Jusuf pergi. Dengan pakaian yang tidak mencolok sehingga kehadiran pengawal tersebut tidak diketahui.
(Nanda Aria)