Ribuan Mahasiswa Jawa Timur Gelar Mimbar Bebas Tolak Politik Dinasti

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Rabu 15 November 2023 22:43 WIB
Ribuan Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa di Surabaya/ist
Share :

SURABAYA- Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jawa Timur bersama elemen masyarakat menggelar dialog "Mimbar Bebas Mahasiswa Bersama Rakyat Selamatkan Demokrasi" di Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Rabu (15/11/2023).

Koordinator Aliansi Mahasiswa Jawa Timur, Abi Naga Parawansa mengatakan, salah satu yang paling dikritisi oleh aliansi adalah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 terkait batas usia minimal capres dan cawapres pada tanggal 16 Oktober 2023.

Putusan tersebut menimbulkan munculnya dugaan politik dinasti karena meloloskan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres mendamping Prabowo Subianto.

“Peristiwa ini semakin membuat masyarakat bingung dan terheran-heran dengan yang terjadi di dalam tubuh pemerintah,” tegasnya.

Oleh karena itu, mahasiswa menentang Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 dan menolak dinasti politik dengan mendesak untuk mereformasi tubuh Mahkamah Konstitusi dan mengembalikan marwah Mahkamah Konstitusi.

“Kami juga meminta adar pemerintah mengusut tuntas pelaku pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini, para mahasiswa juga ikut melakukan aksi pembakaran ribuan lilin serta membagikan selebaran bertuliskan: Lawan Politik Dinasti dan Tolak Pelanggar HAM kepada para pengemudi kendaraan di depan Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Aksi mimbar bebas yang diisi dengan membagikan stiker memakai topeng Gay Fawkes ini merupakan simbol perlawanan dalam menentang politik dinasti.

“Aksi pembakaran lilin ini juga menciptakan api pergerakan dalam menyelamatkan demokrasi di Indonesia yang kini sudah dianggap menciderai cita-cita reformasi 1998,” tutup Abi.

Adapun mimbar bebas digelar sejak pukul 14.00 WIB waktu setempat dan diikuti oleh mahasiswa dari puluhan kampus se-Jawa Timur dan elemen masyarakat. Salah satu yang ikut berorasi di mimbar bebas adalah Prof. Dr. Soetanto Soepiyadi yang merupakan Guru Besar Universitas 17 Agustus.

Hingga pukul 19.00 orasi mimbar bebas masih terus dilakukan dengan diselingi lantunan musik dan lagu perjuangan mahasiswa.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya