Kesaksian Tokoh Ansor saat G30S : PKI Dengar Suara Takbir Langsung Kabur Pontang-panting

Solichan Arif, Jurnalis
Kamis 16 November 2023 05:01 WIB
Tokoh Ansor, Chuldori Hasyim (foto: MPI/Solichan)
Share :

Masing masing orang, kata Chudlori, memanggul karung goni. Isinya senjata tajam mulai belati, parang, sangkur hingga pedang. "Kita memang hendak perang melawan PKI," tegasnya.

Chudlori juga ingat sebelum bergerak Ansor dan Banser juga menggelar apel perlawanan. Lokasinya di alun-alun Kota Blitar. Apel untuk mengimbangi Pemuda Rakyat yang sebelumnya juga memobilisir massa. Apel perlawanan Ansor Banser dihadiri Ketua PBNU Idham Chalid dan Pangdam V Brawijaya. Idham bahkan menjadi komandan upacara.

Sekira 10 ribu anggota Ansor Banser berkumpul. Show of force itu, kata Khudlori, sontak menciutkan nyali orang-orang PKI. Tidak sedikit aktivis Pemuda Rakyat, Lekra, BTI, dan SOBSI yang meninggalkan rumah. Mereka seperti merasakan bakal menjadi sasaran amuk massa.

Kekuatan PKI di Blitar saat itu, kenang Chudlori, sangat besar. PKI telah menyusup ke semua elemen sosial hingga birokrasi pemerintahan. Bahkan Bupati Blitar Sumarsono juga kader komunis. Begitu juga di lembaga DPRGR Kota Blitar. Perwakilan Fraksi PKI, yakni Soebandi eks anggota TNI Batalyon 29 sekaligus Ketua Front Nasional Blitar, juga mampu merebut posisi ketua.

Istri Soebandi, yakni Putmainah, merupakan Ketua Gerwani sekaligus anggota Fraksi PKI DPRGR Kabupaten Blitar. Ajaran komunis yang dikenalkan dan disemaikan pertama kali oleh Karso dan Ngalim, warga Blitar itu tumbuh pesat. Karso dan Ngalim adalah tokoh komunis angkatan 1926. Keduanya tewas dalam agresi militer Belanda tahun 1949.

"Tapi sebenarnya yang paling memantik kemarahan masyarakat adalah aksi sepihak," jelas Chudlori.

Kayubi dalam setiap orasi di depan kader Ansor Banser menegaskan, PKI sudah terang-terangan merebut harta warga NU. Masak kita diamkan saja. Mari kita lawan! Demikian Orasi saat itu.

Menurut dia, pembunuhan orang PKI pertama kali disepakati berjamaah pada malam Jumat 14 Oktober 1965. Korbannya Jiang, seorang tionghoa tokoh Baperki yang menjadi tukang pukul andalan PKI.

Rumah Jiang di sebelah barat terminal Kota Blitar diserbu Ansor dan Banser. Jiang disembelih di halaman rumahnya. Orang-orang Ansor dan Banser juga menyerbu dan menduduki markas PKI di Kota Blitar. Pengikut PKI yang terlambat menyelamatkan diri langsung dihabisi.

KH Abdurrochim Sidik dalam buku "Banser Berjihad Menumpas PKI" mengatakan, sebelum pembantaian berjamaah malam hari, pembunuhan sudah terjadi siang harinya.

Sebelum gerakan serentak malam hari, sejumlah Ansor Banser lebih dulu menghabisi pengurus PKI di wilayah Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

"Tidak sedikit orang-orang PKI yang meninggalkan rumahnya. Begitu mendengar suara takbir mereka langsung kabur pontang-panting," kenang Chudlori.

Setelah malam Jumat itu, kata Chudlori, pembunuhan terhadap orang PKI berlanjut tanpa kenal waktu pagi, siang maupun malam.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya