Kepada petugas, dokter Qory mengaku sengaja langsung datang ke P2TO2A usai pergi dari rumahnya. Awalnya, dokter Qory enggan membawa kasus ini ke polisi karena sayang suaminya.
"Sebagai pendamping itu awalnya sudah kita ajak ke sini (lapor), cuman dia gak mau karena sangat sayang sama suaminya, dia gak mau suaminya sampai kena. Semalem aja sebenernya dia juga masih belum mau. Nah tadi pagi LKSA kami mengajak ngaji saya berdoa dengan anak yatim dan akhirnya dokter Qory terbuka dan mau ke kantor polisi," tuturnya.
Dari situlah, P2TP2A langsung berkoordinasi dengan Polres Bogor untuk melaporkan kekerasan yang dialaminya. Kasus ini pun sudah diserahkan kepada Polres Bogor untuk ditindaklajuti.
"Saya langsung telepon kantor untuk menyediakan bukti. Kita langsung janjian ke Kanit. Awalnya mau dibawa malem itu, cuman gak bisa karena kondisi dokter Qory belum stabil psikisnya. Jadi kita ngobrol step by step. Assessment aja setengah jam dia oleng, saya kasih minum, makan, biar dia tiduran jadi berubah-ubah kondisinya. Kandungan Alhamdulillah aman karena ada psikolog yang mendampingi ya dari Psikolog udah, pihak hukum udah. Kelanjutannya menurut dia mau tinggal di Unit PPA Polres Bogor. Anaknya mau dibawa ke sini semua," tutupnya.
(Angkasa Yudhistira)