JAKARTA - Pondok Cabe merupakan salah satu wilayah kecamatan yang terletak di Pamulang, Tangerang Selatan. Lebih tepatnya wilayah ini merupakan perbatasan antara wilayah Tangerang Selatan dengan Jakarta Selatan.
Wilayah ini terkenal dengan menjamurnya hunian-hunian mewah, dan menjadi salah satu daerah pilihan masyarakat menengah ke atas untuk dihuni. Namun, mungkin masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya seperti apa daerah Pondok Cabe di masa lalu? Mengapa wilayah ini dinamai Pondok Cabe? Bagaimana sejarah dan asal-usul daerah Pondok Cabe? Berikut ulasannya.
BACA JUGA:
Diketahui, dahulu daerah Pondok Cabe merupakan salah satu wilayah yang menjadi sentral dari produksi cabe atau cabai. Biasanya para petani atau masyarakat akan melepas lelah di salah satu gubuk yang digunakan sebagai tempat peristirahatan. Sehingga dari kata ‘capek’ atau lelah dalam bahasa dipelintir menjadi kata cabe. Dengan demikian asal-usul nama Pondok Cabe.
Selain itu, terdapat juga cerita terkait sejarah Pondok Cabe, dahulu dikatakan bahwa Pondok Cabe pada tahun 1662 dihuni oleh para punggawa dari kerajaan Cirebon, di mana salah satu punggawa Cirebon dipanggil dengan sebutan Mak Normie atau Kumpo Nurmi.
Dapat dikatakan beliau merupakan sesepuh dari warga asli Pondok Cabe, dan sosok yang berjasa untuk mengembangkan wilayah Pondok Cabe sebagai wilayah hunian.
Mak Normie memulai hidupnya di Pondok Cabe bersama dengan 10 orang anaknya, yang kemudian pada tahun 17 an orang-orang keturunan Tionghoa juga datang ke Pondok Cabe akibat dibuang oleh pihak . Sejak saat itu Mak Normie dan anak-anaknya serta para orang-orang keturunan Tiongkok mulai menanabelandam berbagai jenis tanaman seperti cabai, jagung, dan aren.
Sejak saat itulah wilayah Pondok Cabe mulai berkembang, tidak hanya berisikan perkebunan saja, namun juga hunian-hunian mewah.
Hingga pada tahun 1972, beberapa wilayah di Pondok Cabe digusur karena pembangunan bandara kecil. Bandara tersebut berukuran 45 meter x 2.500 meter. Dimana sampai saat ini bandara tersebut masih aktif digunakan dan baru beroperasi kembali pada 5 Agustus 2022.
Tujuan dibukanya kembali bandara Pondok Cabe yaitu, untuk melayani penerbangan komersial dan dibawahi oleh PT. Pertamina. Selain itu diharapkan juga dengan dibukanya bandara Pondok Cabe dapat mempercepat arus lalu lintas manusia dan kargo.
Berkembang dengan cukup pesat, kini Pondok Cabe merupakan salah satu wilayah yang ramai dan padat penduduk. Selain menjadi lintasan untuk perbatasan Depok dan Jakarta. Wilayah ini juga dipenuhi oleh perumahan mewah, pertokoan modern, showroom mobil dan lainnya.
BACA JUGA:
Salah satu ciri khas Pondok Cabe selain bandaranya, wilayah ini juga memiliki jembatan yang menghubungkan beberapa wilayah seperti Depok dan Tangerang Selatan. Jembatan ini disebut juga dengan nama Diamond Ring Road.
Demikian sejarah dan asal-usul menarik dari nama Pondok Cabe.
(Nanda Aria)