Banyak Hoax, Dinkes DKI Tegaskan 5 Alasan Nyamuk Wolbachia Cegah DBD

Carlos Roy Fajarta, Jurnalis
Jum'at 01 Desember 2023 13:31 WIB
Nyamuk Wolbachia untuk cegah DBD. (Ilustrasi/Freepik)
Share :

JAKARA - Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, Ngabila Salama, menegaskan pelaksanaan program penyebaran nyamuk Wolbachia untuk mencegah wabah demam berdarah dengue (DBD) aman untuk manusia.

"Banyak hoax, asumsi, provokasi yang meresahkan masyarakat diviralkan untuk menolak program baik ini," ujar Ngabila, Jumat (1/12/2023).

Ia menyebutkan hasil studi dan riset yang sudah dipaparkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta kerap dibelokkan dengan narasi di media sosial.

"Wolbachia sebagai inovasi untuk menurunkan kasus dan kematian DBD menjadi rekomendasi utama dari WHO untuk pengendalian penyakit dan terbukti berhasil di banyak negara termasuk Myanmar dan Laos," ucapnya.

Yogyakarta, kata dia, sudah membuktikan selama 10 tahun terakhir. Hasilnya, 77 persen menurunkan kasus, 86 persen menurunkan perawatan RS, dan 83 persen menurunkan penggunaan fogging.

Ngabila menyebut, Wolbachia aman untuk manusia (karena tidak bisa hidup di tubuh manusia), nyamuk aedes aegepty (karena tidak dilakukan rekayasa genetik dan merupakan bakteri alami pada persen serangga), dan lingkungan (ramah lingkungan, tidak merusak ekosistem atau keseimbangan dengan makhluk hidup lain).

"Justru kalau kasus DBD terus meningkat, dilakukan fogging ini berpotensi nyamuk dan virus mutasi dan serangga lain ikut terganggu," tuturnya.

Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kemenkes RI tersebut mengungkapkan, ada lima alasan wolbachia nyamuk baik perlu didukung:

1. Sangat aman untuk manusia (host), nyamuk aedes aegepty itu sendiri (agent), dan lingkungan (environment).

2. Sudah ada penelitian dari Kemendikbud secara independen bukan dari peneliti utama UGM bahwa efek wolbachia jangka panjang bisa diabaikan saking kecilnya baik untuk manusia, nyamuk, lingkungan

3. Manusia bukan kelinci percobaan, karena saat ini fasenya sudah perluasan program dari best practice inovasi yogya selama 10 tahun terakhir. 6 daerah perluasan bukan uji coba tetapi sudah implementasi program hasil studi panjang

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya