JAKARTA - Calon wakil presiden (Cawapres) yang diusung Partai Perindo Mahfud MD menegaskan bahwa dirinya diundang di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) bukan untuk kampanye.
“Terserah, mau dianggap kampanye atau tidak, tadi saya tidak kampanye ya, saya diundang,” kata Mahfud usai menghadiri Mukernas MUI, di Hotel Mercure, Jakarta, Jumat (1/12/2023).
BACA JUGA:
Meski begitu, Mahfud mengatakan bahwa meskipun dia dianggap kampanye juga tidak masalah. Pasalanya, saat ini merupakan masa kampanye. “Tapi kalau dianggap kampanye juga tidak salah, ini kan masa kampanye. Jadi boleh saya kampanye. Tapi tadi saya tidak kampanye.”
Saat menyampaikan gagasannya di MUI, Mahfud menegaskan tidak mendekati siapapun ataupun melobi partai manapun agar bisa menjadi cawapres. Mahfud mengatakan banyak yang mengatakan kepadanya jika ingin menjadi cawapres harus mengeluarkan biaya hingga triliunan.
BACA JUGA:
“Ini betul-betul menjelaskan tentang apa, misalnya saya menjelaskan saya itu menjadi wakil presiden dulunya tidak mendekati siapapun, ndak melobi siapapun karena karena katanya kalau menjadi wakil presiden itu biayanya triliunan,” ujarnya.
Mahfud pun menegaskan dirinya tidak punya teman partai dan tidak punya uang. Namun dia justru diminta Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang meminta Mahfud mendampingi calon presiden (capres) Ganjar Pranowo.
“Saya ndak punya temen partai, ndak punya uang jadi saya ndak pernah mendekati tiba-tiba dipanggil dan diminta menjadi cawapres dan dibilang tidak usah keluar sepeserpun itu bu Megawati mengatakan ke saya,” kata Mahfud.
“Jadi saya merasa ini panggilan tugas tanggung jawab, enggak ada transaksi apapun. Saya bilang begitu aja tadi ke Majelis Ulama,” pungkasnya.
(Nanda Aria)