Benarkah Gara-Gara Hayam Wuruk Gagal Nikahi Dyah Pitaloka, Orang sunda Tak Bisa Menikah dengan Orang Jawa?

Bertold Ananda, Jurnalis
Senin 04 Desember 2023 08:01 WIB
Ilustrasi orang Jawa yang tidak menikahi orang Sunda (Foto: Instagram/@wongponorogochanel)
Share :

JAKARTA - Larangan pernikahan orang Jawa dengan orang Sunda memang masih dibahas sampai saat ini bahkan menjadi kisah yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Rupanya salah satu penyebab larangan tersebut muncul yaitu bersumber dari cerita rakyat Hayam Wuruk yang gagal nikahi Dyah Pitaloka.

 BACA JUGA:

Dari situlah larangan yang kian populer di kalangan masyarakat tersebut sampai membentuk sebuah stereotipe yang cukup kuat bahwa orang Jawa tidak boleh menikah dengan orang Sunda. Lantas benarkah demikian?

Simak fakta selengkapnya melalui informasi pada ulasan satu ini. Berikut Okezone telah merangkum beberapa sumber, Senin (4/12/2023).

Benarkah Gara-Gara Hayam Wuruk gagal Nikahi Dyah Pitaloka, Orang sunda tak Bisa Menikah dengan Orang Jawa?

Dari seluruh rangkaian cerita rakyat yang populer dikalangan masyarakat ternyata hanyalah mitos belaka. Sebab penyebab Hayam Wuruk gagal Nikahi Dyah Pitaloka karena adanya kesalahpahaman yang memicu perang bubat.

Cerita tersebut berawal dari Prabu Hayam Wuruk yang berkenan untuk mempersunting Putri Dyah Pitaloka Citraresmi. Keinginan untuk mempersunting terasa kuat karena Hayam Wuruk jatuh cinta setelah melihat sebuah lukisan Dyah Pitaloka yang diukir oleh Sungging Prabangkara, seorang seniman pada masa itu.

Tentu saja tanpa pikir panjang Hayam Wuruk lantas mengirimkan surat kehormatan pelamaran beserta undangan untuk datang ke Majapahit kepada Maharaja Linggabuana, penguasan Negeri Sunda.

Gayung bersambut, lamaran Prabu Hayam Wuruk disetujui dan Maharaja Linggabuana, Putri Dyah Pitaloka dan banyak petinggi kerajaan datang ke Majapahit, tepatnya di Pasanggrahan Bubat. Karena bersifat resmi dan adanya unsure lamaran, maka kedatangan pihak Maharaja Linggabuana hanya diiringi sedikit prajurit saja.

Bersamaan dengan hal tersebut, Mahapatih Gajah Mada yang pernah berjanji untuk mempersatukan Nusantara (Sumpah Palapa) dan dari semua kerajaan yang pernah ditaklukkan, Negeri Sunda adalah satu-satunya kerajaan yang belum berhasil dikuasai Majapahit.

Dikarenakan hal ini, Gajah Mada menjelaskan dan menyarankan kepada Prabu Hayam Wuruk bahwa pernikahan dengan Dyah Pitaloka ini bukanlah dipandang sebagai bentuk pernikahan murni, melainkan tanda menyerahnya Negeri Sunda kepada Majapahit.

Tentu saja penafsiran akan hal ini memicu ketegangan antara pihak Maharaja Linggabuana dengan Gajah Mada. Sementara Prabu Hayam Wuruk tidak dapat mengambil keputusan hingga pada akhirnya terjadi perang yang dinamakan Perang Bubat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya