Ketum Hipmi: Sejak Berdiri Visi Misi Kami Majukan Indonesia!

Edgar Ibrania Nicolas, Jurnalis
Selasa 05 Desember 2023 17:36 WIB
Ketua Umum Hipmi Akbar Himawan Buchari/ist
Share :

JAKARTA – Nama organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) baru-baru ini diseret dalam debat politik Pilpres 2024, sehingga mendadak diberikan cap negatif.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Akbar Himawan Buchari angkat suara dan membantah tudingan tanpa bukti yang dilontarkan pihak tak bertanggung jawab.

“Saya tegaskan bahwa Hipmi dari sejak didirikan di Jakarta pada 10 Juni 1972 adalah untuk menjadi wadah bagi para pengusaha muda dari seluruh Indonesia untuk berhimpun dan statusnya merupakan organisasi non-profit,” tegas pria yang akrab disapa AHB itu di Jakarta (5/12/2023).

Menurutnya, Hipmi mempunyai visi misi untuk memajukan perekonomian bangsa. Oleh karena itu, Pernyataan tanpa bukti ini disayangkan olehnya karena bisa menimbulkan polemik.

“Bahkan salah satu visi dan misi kami justru untuk memajukan perekonomian bangsa dan ingin terus menumbuhkan jumlah pengusaha di dalam negeri,” ujarnya.

Dia juga menyayangkan pernyataan yang muncul dalam sesi debat tersebut. Apalagi pihak yang mengutarakan pernyataan itu tampak betul tidak mengenal Hipmi secara detail.

Menurutnya, banyak kader Hipmi yang memberikan sumbangsihnya dan memiliki peran besar di negara ini.

Seperti pendiri Hipmi Abdul Latief yang dua kali menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya. Ketum BPP Hipmi Periode 1986-1989 Sharief C Soetardjo sebagai Menteri KKP 2011-2014. Ketum BPP Hipmi periode 2001-2004 Muhammad Lutfi yang menjabat Menteri Perdagangan.

Ketum BPP Hipmi periode 2005-2008 Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ketum BPP Hipmi Periode 2015-2019 Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM. Bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo dan Menteri BUMN Erick Thohir juga merupakan kader Hipmi.

"Tak lupa Pak Presiden Jokowi, Aburizal Bakrie, Hariyadi B Sukamdani, Oesman Sapta Odang, Agung Laksono, La Nyalla Matalitti, Bambang Soesatyo, Rosan P Roeslani, Novita Dewi, Sultan Najamudin, serta Bobby Nasution yang memiliki peran penting dalam perkembangan politik demokrasi di Indonesia merupakan kader HIPMI,” urainya.

Semua tokoh yang ia sebutkan hanya sejumlah contoh yang menunjukkan bahwa para kader Hipmi memiliki jiwa kenegaraan yang tinggi dan berkualitas yang membuat mereka tepat untuk memiliki peran penting dalam pemerintahaan hingga demokrasi di Indonesia.

"Satu hal yang saya tegaskan. Profit tidak pernah masuk dalam nilai di organisasi kami, dan perekonomian Indonesia yang justru selalu menjadi fokus kami. Tak hanya ekonomi, kami juga turut berperan aktif menjadi mitra pemerintah untuk langkah prevalensi stunting di Indonesia. Kami sebagai organisasi tidak memiliki afiliasi dengan unsur politik tertentu dan memberikan kebebasan pilihan untuk seluruh anggota Hipmi di tahun politik,” sambungnya.

AHB menambahkan, sebagai mitra pemerintah yang sama-sama ingin memajukan Indonesia, Hipmi sangat mendukung dengan agenda dilanjutkannya proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di pemerintahan selanjutnya.

Karena itulah, dirinya menyayangkan jika ada pembahasan mengenai IKN yang dibawa ke ranah politik dan ada wacana untuk dihentikan proyeknya.

“Kami dari Hipmi sadar betul bahwa hadirnya IKN menjadi upaya pemerataan ekonomi agar tidak bersifat jawasentrisme dengan wilayah Timur turut berkembang,"ujarnya.

"Apalagi IKN juga menjadi cara pemerintah agar dapat lebih efisen lagi kinerjanya dalam rangka terhindar dari kemacetan seperti di Jakarta. Jadi saya sangat menyayangkan bila pembahasan IKN diwacanakan untuk dihentikan hanya demi kepentingan politik semata,” ungkapnya.

AHB menambahkan, sebagai mitra strategis pemerintah, Hipmi menyaksikan langsung bagaimana Presiden Jokowi berupaya memastikan infrastruktur Indonesia tidak tertinggal dengan negara-negara maju.

Mulai dari pembangunan IKN, 42 bendungan, 2.143 km jalan tol, 5.700 km jalan nasional, dan sudah ada 8,2 juta rumah dibangun di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Dari semua pembangunan infrastruktur yang terus didorong selama sembilan tahun Pak Jokowi memimpin, beliau bersama kabinetnya juga tetap mampu memajukan perekonomian di Tanah Air," ungkapnya.

"Ini terbukti dari pertumbuhan ekonomi yang terus mantap dan bisa dilihat dari catatan pada Q1 tahun 2023 yang angkanya mencapai 5,03% (yoy),” pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya