KUALA LUMPUR - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD, mengajak para relawannya berdoa bersama agar kelak lahir pemimpin yang amanah untuk Indonesia.
Hal itu ia ungkap saat menghadiri acara shalawat dan istighosah kebangsaan di hall World Trade Center (WTC) Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (7/12/2023).
Awalnya Mahfud mengajak, seluruh WNI yang ada di Malaysia untuk menyongsong Pemilu dengan bersalawat. Hal itu agar pesta demokrasi lima tahun sekali ini berjalan dengan damai bermartabat.
Lewat salawat dan doa, kata Mahfud, ia berharap Tuhan mampu memberikan bimbingan kepada para pemilih untuk memilih pemimpin yang amanah.
"Saya tidak berkampanye untuk siapapun. Mari berdoa dan salawatan agar Tuhan memberi bimbingan hati kita semua, untuk memilih pemimpin yang amanah, yang takut kepada Tuhan. Supaya hadir pemimpin yang sidiq, amanah tabligh, fathonah. Sampai ketemu di TPS 14 Februari 2024," kata Mahfud.
Di sisi lain, Mahfud menyebut akan memperjuangkan hak pekerja migran Indonesia (PMI). Sebab mereka yang telah menerima upah di negeri orang terkadang masih dianggap sebagai pekerja ilegal.
Menurutnya itu menjadi permasalahan serius yang harus ditangani oleh pemerintah. Sembari memperjuangkan hak tersebut, pihaknya juga akan mencari alternatif lain dengan membuka lapangan pekerjaan di Indonesia.
"Kepala BP2MI, Pak Benny sudah bekerja keras. Saya tahu juga, banyak pekerja Malaysia yang ada di perkebunan yang dianggap ilegal. Itu akan kami perjuangkan agar jadi legal. Sembari di Indonesia tetap dibuka juga lapangan kerja. Ini adalah tugas dan kewajiban negara, siapapun yang memimpin tidak boleh diabaikan," kata Mahfud.
Ia juga mengajak, seluruh WNI yang ada di Malaysia untuk menentukan nasib bangsanya lima tahun ke depan melalui pemilu. Sebab siapapun nantinya pemimpin yang akan terpilih, akan memberikan efek terhadap PMI dalam menentukan suatu kebijakan.
"Negara sudah menentukan calon-calon, silakan saudara pilih sendiri. Siapa yang paling tepat memimpin anda dan jadi wakil anda. Gunakan hak ini dengan sebaik-baiknya," ajak Mahfud.
(Erha Aprili Ramadhoni)