Sejarah dan Asal Usul Marunda, Konon dari Pesan Gaib hingga Lokasi Pos Kesultanan Mataram

Cita Najma Zenitha, Jurnalis
Rabu 13 Desember 2023 17:40 WIB
Illustrasi (foto: dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Sejarah dan asal usul Marunda ternyata memiliki kisah yang sangat dalam. Konon katanya, daerah ini pernah jadi pos tentara Kesultanan Mataram pada masa kolonial Belanda.

Marunda adalah sebuah kelurahan di kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Daerah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Terdapat berbagai versi sejarah dan asal usul Marunda yang terkenal di kalangan masyarakat.

Menghimpun dari berbagai sumber, Rabu (13/12/23). Peristiwa sejarah yang paling dikenal oleh masyarakat adalah ketika Pasukan Mataram berperang melawan tentara Belanda yang menguasai Batavia pada tahun 1628-1629. Penyerangan ini ditengarai karena Sultan Agung Mataram tidak suka dengan monopoli dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Akan tetapi, pasukan mengalami kekalahan hingga harus menepi untuk beberapa saat. Mereka pergi ke daerah yang sekarang dikenal sebagai Marunda dan mendirikan pos tentara Kesultanan Mataram di sana. Daerah Marunda dipilih karena lokasinya yang sangat strategi.

Setelah itu, tentara Kesultanan Mataram kembali menyerang ke Batavia. Mereka pulang dengan kemenangan pada perang kedua.

Konon nama Marunda sendiri berasal dari sebuah sungai kecil yang melintas di wilayah Cilincing. Banyak orang mempercayai bahwa Marunda berasal dari nama jenis pohon yang banyak tumbuh di daerah tersebut.

Asal-usul nama Marunda juga diyakini berasal dari pesan gaib yang terlontar oleh dukun setempat yang kesurupan. Pesan itu menyatakan bahwa orang yang mengangkut barang ketika melintasi suatu tempat harus "menunda" perjalanan.

Tempat tersebut sekarang dikenal dengan nama Marunda. Versi lain menyebutkan bahwa kata "Marunda" berasal dari kata "meronda". Sementara itu, banyak pendapat mengatakan Marunda berawal dari kebiasaan menyingkat kalimat, dari "ke rumah Pak Marunda" menjadi "ke Marunda".

Versi lain menyebutkan, masyarakat Marunda dikenal dengan kesopanan dan sikap “merendah”. Dari kata “merendah” kemudian berubah menjadi “Marunda”. Maknanya adalah Marunda dihuni oleh masyarakat yang sopan santun dan rendah hati.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya