Tidak hanya orang dewasa, aksi damai itu juga diikuti oleh anak-anak yang datang bersama orang tuanya. Mereka terlihat bersemangat dengan turut menempelkan stiker bendera Palestina di wajah mereka.
Poster-poster bernarasi penolakan terhadap Israel juga sengaja dibawa oleh para massa aksi. Salah satunya adalah poster bertuliskan 'boycott Israel', 'We Stand With Palestina', hingga 'Israel is The Real Terrorist'.
Sebagai informasi, Majelis Ormas Islam (MOI) menggelar aksi massa di depan Kedubes Amerika Serikat untuk menyerukan pemberhentian genosida di Gaza oleh Israel.
"Sudah lebih dari dua bulan genosida di Gaza dipertontonkan secara vulgar oleh Israel, lebih dari 18.000 korban jiwa, sebagain besar anak-anak. Pemukiman, sekolah, rumah sakit, tempat pengungsian, paramedis, jurnalis, guru, tak ada yang luput dari kebrutalan Israel," bunyi seruan MOI melalui akun instagram resminya @majelisormasislam, dikutip Minggu (17/12/2023).
"Gaza diambang tragedi kemanusiaan. Namun Amerika Serikat kembali memveto resolusi gencatan senjata yang disetujui oleh mayoritas anggota PBB. Kita harus kembali berdua, kita harus bergerak bersama, lantangkan suara, bagi Gaza yang digenosida. Karena resolusi gencatan senjata selalu ditolak Amerika," sambungnya.
(Angkasa Yudhistira)