“Saya terus terang tidak mendukung boikot, dan kita sebagai akademisi seharusnya hati-hati. Boikot itu tidak efektif, yang terkena justru orang-orang yang tidak bersalah. Apalagi boikot produk. Merek-merek itu rantainya sangat panjang, bahkan banyak juga keterlibatan masyarakat kita. Dan ini jadi masalah karena bukannya menolong justru kita malah menimbulkan masalah,” ucapnya.
Akibat informasi hoaks ini, terdapat sejumlah produk yang terdampak oleh aksi boikot, seperti produk-produk Danone Indonesia dan Unilever. Perihal ini, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, mewanti-wanti agar jangan sampai aksi boikot menyasar ke produk dalam negeri.
Oleh karena itu, seluruh masyarakat dihimbau agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menerima informasi yang tersebar di internet, terutama yang berkaitan dengan aksi solidaritas terhadap kemerdekaan Palestina.
(Karina Asta Widara )