BANDUNG - Menjelang penyelenggaraan Pemilu 2024, anak muda diajak melek politik. Pasalnya, besarnya proporsi pemilih membuat suara generasi muda diperebutkan para kontestan pemilu.
Begitu disampaikan Ketua BEM Unpad, Haikal Febriansyah dalam Event Debat Jubir Muda Capres-Cawapres Vol. 3 yang berlangsung di Jalan Pelajar Pejuang 45 Nomor 21, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Selasa (19/12/2023) malam.
"Suara anak muda diperebutkan, saya percaya, tidak boleh antipolitik agar tidak jadi korban politik," ucap Haikal.
Berbicara tentang Pilpres 2024, Haikal memandang, tiga figur capres yang terdiri dari dua mantan gubernur dan satu menhan memiliki wewenang untuk mengendalikan aparat.
"Tapi kita lihat di Jakarta dan Semarang, di ibu kota provinsi masih terjadi gas air mata, represifitas aparat. Dan juga menhan kita, ingat 98, bagaimana hilangnya aktivis sampai hari ini dan tidak pernah dijawab," ungkapnya.
Oleh karena itu, dirinya pun meminta komitmen setiap pasangan capres-cawapres untuk menjamin bahwa tidak akan ada represivitas aparat terhadap rakyat-rakyat kecil dan juga orang-orang yang menyuarakan keadilan jika terpilih nanti.
"Ini bisa didengar komitmen dari tiga jubir capres ini. Mungkin buat Pak Prabowo boleh nih ikut aksi Kamisan isu HAM, itu bukan sekedar gorengan politik. Kalau untuk 01 yo wiss kenapa jualan isu agama terus? Kalau dimana saja Anies membanggakan track record ketika memimpin Jakarta, kok gak pernah disebut banggain refresivitas aparat di Jakarta?" tuturnya.