Di sisi lain, Gembong menilai, pompa hydram ini sangat tepat digunakan untuk mendapatkan air bersih dibandingkan sumur bor. Pasalnya, sumur bor yang mengambil air tanah dinilai bisa menyebabkan bencana ekologis.
"Pilihan Ganjar menggunakan teknologi pompa hydram karena free cost energy untuk meringankan beban penduduk desa, dengan teknologi sederhana agar mudah dipahami penduduk desa sehingga mereka bisa me-maintenance sendiri," terang Gembong.
"Air bagi kehidupan. Sehatkan jiwa raga, sejahterakan ekonomi. Mencintai Air, Ganjar hadir," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)