KONGO – Presiden Félix Tshisekedi telah dinyatakan sebagai pemenang pemilu Republik Demokratik (RD) Kongo.
Presiden menang secara telak yakni sekitar 73% suara, dan penantang terdekatnya, Moise Katumbi, memperoleh 18% suara.
Banyak pihak mengecam hasil pemilu ini sebagai ‘kepalsuan’ oleh beberapa kandidat oposisi yang menuntut pemilihan ulang.
Seperti diketahui, pemilu yang digelar pada 20 Desember lalu sempat dirusak oleh masalah logistik yang meluas.
Pemilu itu harus diperpanjang hingga hari kedua di beberapa bagian negara yang luas itu.
Menurut kelompok pengamat, sekitar dua pertiga tempat pemungutan suara (TPS) terlambat dibuka, sementara 30% mesin pemungutan suara tidak berfungsi pada hari pertama pemungutan suara.
Jutaan orang menunggu berjam-jam sebelum mereka dapat memilih, sementara beberapa orang menyerah dan pulang ke rumah.
Pihak oposisi mengatakan permasalahan tersebut adalah bagian dari rencana yang disengaja untuk memungkinkan hasil pemilu dicurangi dan menguntungkan Tshisekedi, 60 tahun.
Beberapa penentang utama menyerukan protes setelah pengumuman pada Minggu (31/12/2023).
“Kami menyerukan rakyat kami untuk turun ke jalan secara massal setelah pengumuman kecurangan pemilu,” kata mereka dalam pernyataan bersama.