GAZA – Menurut Martin Griffiths, pejabat tinggi bantuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), warga Gaza menghadapi tingkat kerawanan pangan tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah.
Kelaparan akan segera terjadi ketika masyarakat di Gaza menghadapi tingkat kerawanan pangan tertinggi yang pernah tercatat.
Griffiths mengatakan Gaza telah menjadi 'tempat kematian dan keputusasaan', dan mengatakan dalam rilis berita yang diterbitkan Jumat bahwa jumlah korban tewas telah mencapai puluhan ribu, fasilitas medis diserang dan rumah sakit tidak berfungsi.
“Harapan sangat sulit dicapai,” tulis Griffiths dalam laporan tersebut, yang dirilis oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB hampir tiga bulan sejak Hamas melancarkan serangannya terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Bencana kesehatan masyarakat terjadi ketika selokan meluap dan penyakit menular menyebar di tempat penampungan yang penuh sesak. Griffiths mengatakan sekitar 180 perempuan Palestina melahirkan setiap hari di tengah kekacauan perang itu.
“Gaza menjadi tidak bisa dihuni. Masyarakatnya setiap hari menyaksikan ancaman terhadap keberadaan mereka – sementara dunia terus menyaksikannya,” terangnya.
“Sementara itu, serangan roket terhadap Israel terus berlanjut, lebih dari 120 orang masih disandera di Gaza, ketegangan di Tepi Barat meningkat, dan kemungkinan meluasnya perang regional semakin dekat,” tambahnya.