Ganjar: Politik Luar Negeri Alat Negosiasi tapi Kepentingan Nasional Nomor Satu

Binti Mufarida, Jurnalis
Minggu 07 Januari 2024 19:37 WIB
Capres Ganjar Pranowo (Foto: Tangkapan layar)
Share :

JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo menegaskan, politik luar negeri merupakan alat untuk negosiasi terhadap dunia luar. Namun, kepentingan nasional harus menjadi nomor satu.

“Terkait dengan politik luar negeri kita. Politik luar negeri kita adalah alat untuk negosiasi terhadap dunia luar. Tapi kepentingan nasional harus nomor satu,” kata Ganjar saat menyampaikan visi-misi pada debat ketiga Pilpres 2024, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Ganjar pun menegaskan kenapa politik luar negeri menjadi penting. “Karena kita mesti betul-betul bisa melakukan redefinisi terhadap politik luar negeri yang bebas aktif, yang disesuaikan dengan kondisi kekinian,” ujarnya.

“Ini penting karena apa? Karena kita perlu untuk memilih memilah dan memprioritaskan yang menjadi kekuatan, keinginan dari bangsa dan negara ini, rakyat butuh bekerja, rakyat butuh lapangan kerja lebih banyak, investasi harus lebih banyak,” kata Ganjar.

Oleh karena itu, Ganajr ingin agar diperkuat infrastruktur diplomasi. “Duta besar, para diplomat dan tentu saja inilah yang mesti kita berikan penugasan-penugasan untuk membereskan persoalan-persoalan kepentingan ekonomi nasional dalam konteks kekinian," ujarnya.

“Dan tentu saja kita tidak pernah lupa Indonesia selalu setia pada kesepakatan yang pernah diambil, dekolonisasi yang dilakukan mendorong meyakinkan kita semua untuk membebaskan seluruh bangsa tanpa boleh mengintervensi satu dengan yang lain,” pungkasnya.

Ganjar pada kesempatan itu mengenakan jaket ala Top Gun berwarna hijau yang bertuliskan ‘sat-set’ dan ‘03’. Dalam debat ketiga Pilpres 2024 ini, akan membahas tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya