Gunung Merapi Muntahkan 25 Kali Guguran Lava Pijar pada Senin Malam

Erfan Erlin, Jurnalis
Selasa 09 Januari 2024 07:34 WIB
Gunung Merapi erupsi (foto: dok PVMBG)
Share :

YOGYAKARTA - Senin (8/1/2024) malam, terjadi 25 kali guguran lava pijar dari puncak Gunung Merapi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut ada dua arah guguran lava pijar.

BPPTKG mengungkapkan, sepanjang Senin malam teramati 22 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter. Dan 3 kali guguran ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.200 meter.

"Cuaca berawan. Angin bertiup tenang ke arah barat. Suhu udara 18.3-20 °C, kelembaban udara 73-97.5 persen, dan tekanan udara 871-918 mmHg," tulis BPPTKG.

Gunung terlihat dengan jelas meski terkadang ada hujan. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 200 meter di atas puncak kawah.

Sementara gempa Guguran terjadi 40 kali dengan Amplitudo 3-27 mm berdurasi 45.76-147.44 detik dan gempa tektonik Jauh sebanyak 1 kali dengan amplitudo 5 mm, S-P dan tidak terbaca dengan durasi 234.12 detik.

"Tingkat aktivitas Gunung Merapi Level III atau Siaga," tambahnya.

BPPTKG menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya