Atikoh mengatakan, selama ini dirinya bersama sang putra, Alam selalu menjadikan Ganjar sebagai tempat bersandar. Kini, dia bersama Alam ingin membantu Ketua Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) itu.
Toh, Atikoh sebagai keluarga tergerak ingin membantu Ganjar yang ingin mewujudkan semua program kerakyatan. "Saatnya kami juga memberikan support kepada Mas Ganjar. Memang sempat, lo, ada yang agak nyinyir. Mungkin tahu, ya, yang di sosmed dan sebagainya. Wah, ini, kok, terlalu ambisius, sih. Begitu,” tuturnya.
“Kami bukan masalah ambisius atau tidak, orang-orang yang mohon maaf tidak kenal secara pribadi ke Mas Ganjar saja support-nya luar biasa. Apalagi, kami yang selama ini sudah menjadi bagian dari hidupnya Mas Ganjar. Jadi, prinsip kami, kami berjuang bersama-sama untuk kemanfaatan masyarakat Indonesia. Itu," sambungnya.
Atikoh mengaku senang blusukan menemui rakyat, dengan begitu dirinya bisa mengetahui aspirasi riil wong cilik. "Kalau kami makin banyak turun ke bawah, kami akan tahu apa sih perjuangan di akar rumput, apa sih yg dihadapi masyarakat, problem-problem riil saat ini apa, kalau kita hanya duduk di rumah, kita tidak tahu," kata dia.
Menjawab soal kesan, Atikoh merasa Sumsel menjadi daerah yang dekat baginya. "Jadi, ketika ke sini, seperti pulang ke rumah nenek. Belum lagi masakan enak sekali. Penduduknya ramah," kata dia.
(Arief Setyadi )