Namun, sayangnya terkadang masih ada saja jamaah dan santrinya turut menanggapi ujaran kebencian yang dilemparkan untuk TGB. Maka dari itu, melalui kesempatan pengajian dan doa bersama untuk Ganjar-Mahfud, TGB mengingatkan untuk seluruh jamaah dan santri agar tidak menanggapi hujatan tersebut dan menganggap hal itu sebagai bentuk perbedaan dalam kehidupan.
"Jadi jangan terlalu dipikirkan. Kalau kita menempuh sesuatu dengan baik, kita berjalan baik dengan keyakinan dan pandangan yang bisa jadi beda dengan kelompok yang lain itu ndak masalah," ucap TGB.
"Kan seperti itu, manusia itu selalu berbeda-beda pandangan. Jangankan dalam memilih presiden, dalam memilih agama saja manusia beda-beda," lanjutnya.
Sebagai informasi, cacian dari pendakwah yang mengatakan TGB adalah sosok penjilat ini memicu simpatisan dan santri TGB tersinggung dan melakukan demo ke Polda NTB. Mereka menuntut oknum pendakwah itu ditangkap. Selain berdemo, mereka juga melaporkan oknum pendakwah itu ke polisi.
(Fakhrizal Fakhri )