Sementara itu Muhija, salah seorang ibu rumah tangga dari kelompok lainnya meminta emak-emak tersebut untuk berhenti melakukan aksi di badan jalan. Selain mengganggu aktivitas warga, aksi emak-emak tersebut juga telah mengganggu para pekerja sopir untuk bekerja mencari nafkah.
Aksi protes ibu rumah tangga ini berakhir setelah petugas kepolisan bersama pihak pemerintahan setempat melakukan dialog.
Meski belum mendapatkan titik terang, namun kedua kelompok emak-emak ini diminta untuk tidak mengganggu kenyamanan masyarakat lainnya.
(Arief Setyadi )