Ganjar Pranowo melihat berbagai intimidasi terselubung tersebut menandakan demokrasi di Indonesia belum benar-benar dewasa dan sehat.
"Nah, model-model seperti ini rasanya suasana yang tidak pas untuk negara demokratis seperti kita, karena kita ingin demokrasi benar-benar substantif, partisipasi nya ada," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Ganjar Pranowo didampingi Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Yenny Wahid serta Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo dalam kunjungan resmi ke kantor PGI pada Senin 22 Januari 2024.
Hadir Ketua Umum PGI, Pendeta Gomar Gultom dan sejumlah pendeta dan pengurus Gereja dari berbagai daerah hadir dalam kunjungan Ganjar Pranowo di Kantor PGI tersebut.
(Arief Setyadi )