Gedung Putih Salahkan Milisi yang Didukung Iran Atas Serangan Mematikan di Yordania

Susi Susanti, Jurnalis
Kamis 01 Februari 2024 06:36 WIB
Gedung Putih salahkan milisi yang didukung Iran atas serangan drone mematikan di Yordania (Foto: Reuters)
Share :

NEW YORKGedung Putih, Amerika Serikat (AS) menyalahkan milisi yang didukung Iran atas serangan drone atau pesawat tak berawak yang mematikan di pangkalan AS di Yordania, ketika AS mempertimbangkan cara untuk membalasnya.

Serangan itu menewaskan tiga tentara AS dan melukai sedikitnya 40 tentara AS lainnya.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan intelijen AS yakin Perlawanan Islam di Irak bertanggung jawab atas serangan pada Minggu (28/1/2024) itu.

“Atribusi yang diterima oleh komunitas intelijen kami adalah bahwa hal ini dilakukan oleh kelompok payung,” kata Kirby dalam konferensi pers harian pada Rabu (31/1/2024).

Dia mengacu pada Perlawanan Islam di Irak, yang telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Juru bicara keamanan nasional mengulangi bahwa tanggapan AS akan dilakukan dalam waktu dan cara yang kami pilih, sesuai jadwal kami.

“Hanya karena Anda tidak melihat apa pun dalam 48 jam terakhir, bukan berarti Anda tidak akan melihat apa pun,” katanya.

“Hal pertama yang Anda lihat tidak akan menjadi hal terakhir,” tambahnya.

Presiden AS Joe Biden mengatakan tanpa menjelaskan lebih lanjut bahwa dia telah memutuskan apa tanggapan AS.

Biden mengatakan dia tidak menginginkan konflik yang lebih luas di Timur Tengah, yang telah menjadi tidak stabil akibat perang Israel di Gaza yang meletus pada bulan Oktober.

Sementara itu, Iran membantah terlibat dalam serangan pesawat tak berawak itu.

Seperti diketahui, tiga tentara Amerika yang berpangkalan di Fort Moore, di negara bagian Georgia, AS, tewas dalam serangan pesawat tak berawak di timur laut Yordania.

Setidaknya 41 anggota Garda Nasional terluka, pejabat AS mengkonfirmasi pada Rabu (31/1/2024).

Tentara yang terluka berasal dari unit yang berbasis di Arizona, California, Kentucky, dan New York.

Biro Garda Nasional AS mengatakan dua puluh tujuh orang dapat kembali bertugas sementara 14 lainnya terus menjalani evaluasi medis.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya