JAKARTA - Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyatakan sikap meminta Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahan dari pusat hingga daerah agar netral dalam Pemilu 2024, sehingga pesta demokrasi berlangsung jujur dan adil bagi semua. Ini demi terjaganya demokrasi yang bermartabat.
"Kami ingin pemerintah lebih netral. Pertama semua aparatur negara lebih netral, mulai dari tingkat pusat sampai ke daerahan harusnya mereka lebih menjalankan tugas pemerintahan supaya demokrasi kita berjalan dengan baik," kata Ketua STFT Jakarta Binsar Jonathan Pakpahan saat menyampaikan pernyataan sikap di depan wartawan di Jakarta, Minggu 4 Februari 2024.
Menurut Binsar, sikap tersebut dikeluarkan pihaknya karena khawatir dengan iklim demokrasi di Indonesia setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa presiden dan menteri boleh berkampanye dan memihak di Pilpres 2024.
BACA JUGA:
Kemudian terbitnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu soal batas usia capres dan cawapres yang memuluskan anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka maju ke Pilpres 2024.