Berharap Jokowi Peduli Demokrasi, Butet: Bila Tidak, Maaf Pak, Kita Berseberangan

Arief Setyadi , Jurnalis
Senin 05 Februari 2024 17:06 WIB
Butet Kartaredjasa (Foto: Tangkapan layar)
Share :

 

JAKARTA - Seniman Butet Kartaredjasa menegaskan, bahwa yang dilakukannya merupakan bentuk rasa cinta dan apresiasi terhadap capaian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Itu ia ungkapkan dengan cara mengingatkan sekaligus mengkritik agar Presiden Jokowi tetap berada di jalan demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi.

Namun, Butet menekankan bahwa bila yang dilakukannya tetap tidak menghargai demokrasi dan konstitusi. Butet meminta maaf karena pihaknya memastikan tetap akan berada di jalan yang berseberangan dengan Presiden Jokowi.

"Terima kasih Pak Jokowi, kita tetap berteman, tapi kalau Pak Jokowi dan kawan-kawan tetap tidak memperdulikan demokrasi, tetapi maaf kita konsisten tetap berseberangan. Tidak apa-apa di tahun politik tetap berseberangan tapi tetap berteman sebagai manusia, keren toh," ujarnya, Senin (5/2/2024).

Butet pun mengajak semua yang mungkin dikecewakan oleh praktik-praktik politik mutakhir yang dilakukan Presiden Jokowi agar terus mengingatkan agar tetap di jalan demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi.

Ia juga sebelumnya menyampaikan terima kasih atas pencabutan pelaporan terhadap dirinya di kepolisian. Menurut Butet, terkait pantun yang disampaikannya itu memang tidak penting untuk dilaporkan.

"Terima kasih Mas Budi Arie, Menkominfo yang telah memerintahkan kepada relawan di Yogya untuk mencabut laporan ke polisi atas pembacaan pantun saya tempo hari, itu menurut berita karena Mas Budi memenuhi perintah Pak Jokowi, karena memang itu tak penting untuk dilaporkan," ujar Butet.

Butet menegaskan, seharusnya perintah Presiden Jokowi bukan hanya untuk dirinya. Namun, juga bermakna supaya para relawan jangan cuma sibuk menjilat atau mencari muka kepada Presiden Jokowi.

Perintah Jokowi juga seharusnya berlaku untuk kawan-kawan yang bergerak ingin menegakkan demokrasi dan konstitusi. Bukan hanya untuk kasus yang membelitnya.

"Pencabutan itu seharusnya tidak hanya untuk kasus saya saja, tapi juga untuk kawan-kawan yang bergerak ingin menegakkan demokrasi dan konstitusi, seperti pelaporan Mas Aiman (Aiman Witjaksana), Palti Hutabarat, semua harus dicabut dong," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya