JAKARTA - Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Zannuba Ariffah Chafsoh yang akrab disapa Yenny Wahid, turut mengomentari hasil survei yang dilaksanakan Indikator Politik Indonesia pada 28 Januari - 4 Februari 2024.
Diketahui, temuan survei tersebut menempatkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di urutan terakhir. Namun, Yenny mengaku tidak mengkhawatirkan hasil survei itu.
Yenny menegaskan, bawa pihaknya memiliki metode sendiri dalam mengukur suhu di masyarakat. Yakni dengan menggunakan metode triangulasi, yang dianggap lebih komprehensif.
"Kalau survei memang survei tuh ada macam-macam survei, ada survei yang konvensional dan tradisional, yang menggunakan metode tradisional, datang ke orang yang akan di survei, nah itu rentan," kata Yenny Wahid setelah acara makan malam imlek di Restoran Empurau, Jembatan Lima Raya, Jakarta Barat, Jumat (9/2/2024).
Menurutnya, metode konvensional memiliki kerentanan dalam proses pengumpulan data. Hal itu juga, yang membuat pihak TPN Ganjar-Mahfud tidak terlalu khawatir dengan hasil survei yang menempatkan paslon nomor urut 3 itu di peringkat terakhir.
"Kemudian, juga bisa juga terjadi rekayasa, jadi kita sendiri sudah tidak menggunakan metode itu untuk mengukur suhu di masyarakat. Kita menggunakan metode yang berbeda, survei triangulasi," katanya.
"Sering dijelaskan oleh Mas Andi Wijayanto, yang menggunakan banyak, metodenya jauh lebih komprehensif menggunakan banyak variable yang kemudian dikumpulkan jadi satu dan samplingnya jauh lebih besar sekali," sambungnya.
Dengan survei menggunakan metode triangulasi, kata Yenny, justru pasangan Ganjar-Mahfud unggul dibanding yang lain. Menurutnya, hasil-hasil survei yang saat ini beredar di masyarakat terlalu memaksakan agar pemilu terlihat dapat selesai hanya dalam satu kali putaran.
"Tapi kita enggak tahu ya, namanya keajaiban untuk kelompok 03 bisa saja terjadi kalau rakyat berkehendak. Yang jelas bahwa untuk paslon yang akan masuk dari hasil survei internal itu 02 dan 03," katanya.
"Jika sudah begitu, kita lebih percaya diri. Putaran kedua akan sangat berbeda sekali dinamikanya," sambungnya.
(Arief Setyadi )