BELANDA - Bajak laut adalah seseorang atau kelompok yang berlayar dengan kapal, dan menyerang kapal lain dengan tujuan mencuri.
Melansir Britannica, istilah Bajak Laut berasal dari bahasa Yunani, peiratēs, artinya perampok. Kata tersebut diterapkan pada perilaku buruk pelaut, yakni penyerangan pantai dan pencegatan kapal di laut.
Pada umumnya, Bajak Laut dikenal sebagai sosok yang menyeramkan, dengan jenggot hitam lebat, dengan membawa belati dan pisau.
Tidak hanya itu, biasanya Bajak Laut memiliki simbol khusus yang menjadi ciri khasnya. Salah satunya yakni tengkorak.
Menurut laman Sounds and Colours, penggunaan tengkorak dan tulang bersilang telah menjadi simbol pada bendera bajak laut. Bendera tersebut menjadi simbol teror dan bahaya di lautan.
Mengapa bajak laut sering dikaitkan dengan tengkorak? Berdasarkan Piggotts, simbol tengkorak dan tulang bersilang digunakan bajak laut untuk memberikan informasi kapal yang akan mereka serang, yang dikenal sebagai Jolly Roger.
Pada awalnya, Jolly Roger adalah istilah yang digunakan untuk orang yang ramah dan ceria. Istilah tersebut tidak berkaitan dengan kejamnya bajak laut dan bendera yang menghiasi kapal mereka.
Dalam buku yang ditulis Charles Johnson berjudul "A General History of The Pirates", ia menyebutkan bahwa dua kapten bajak laut, Bartholomew Roberts (1721), dan Francis Spriggs (1723) menggunakan Jolly Roger sebagai simbol bendera mereka.
Dilansir laporan Angkatan Laut (AL) 1703, seorang bajak laut John Quelch berlayar di bawah pimpinan "Roger Tua" di lepas pantai Brasil. Dari sanalah tengkorak atau kerangka disebut sebagai simbol iblis atau kematian.
Mengutip nyamcenteforhistory.org, simbol tengkorak bermakna peringatan yang menakutkan secara global. Di dunia farmasi, simbol ini berarti racun.
Berdasarkan data yang diberikan, simbol tersebut dibawa ke laut sebagai bentuk singkatan bagi para kapten. Singkatan tersebut berisi catatan para pelaut yang meninggal, dengan tengkorak dan tulang bersilang di samping nama mereka di log kapal.
Tentu tidak semua bajak laut menggunakan tengkorak sebagai simbol pembajakan. Ada juga yang menggunakan jam pasir, tombak, pedang, kerangka, dan hati yang berdarah.
Hingga saat ini, tengkorak dan tulang bersilang telah menjadi simbol yang populer secara global. Simbol ini tidak hanya digunakan di dunia mode, tetapi menjadi lambang perlawanan terhadap penguasa.
(Susi Susanti)