Sekutu: Alexei Navalny Hampir Dibebaskan Melalui Barter Tahanan Antara Rusia dan Barat

Susi Susanti, Jurnalis
Selasa 27 Februari 2024 16:41 WIB
Sekutu Alexei Navalny mengatakan rekannya hampir dibebaskan melalui barter tahanan antara Rusia dan Barat (Foto: Reuters)
Share :

RUSIA – Sekutu dekat politisi oposisi Rusia Alexei Navalny, Maria Pevchikh, menuduh rekannya "dibunuh" karena dia hampir dibebaskan dalam pertukaran tahanan antara Rusia dan Barat.

Dia menegaskan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak dapat mentolerir pemikiran bahwa dia akan dibebaskan.

Navalny, 47, dilaporkan meninggal di koloni hukuman Arktik pada 16 Februari. Kremlin, yang menyebut Navalny dan pendukungnya sebagai ekstremis yang didukung AS, membantah keterlibatan negara dalam kematiannya. Sertifikat kematian Navalny, menurut para pendukungnya, menyatakan dia meninggal karena sebab alamiah.

Kremlin tidak segera menanggapi permintaan komentar dan sekutu Navalny yang berbasis di luar Rusia yang tidak memberikan bukti dokumenter atas pernyataannya.

Berbicara di YouTube, Pevchikh mengatakan pembicaraan tentang pertukaran Navalny dan dua warga negara AS yang tidak disebutkan namanya dengan Vadim Krasikov, pembunuh bayaran dinas keamanan FSB Rusia yang dipenjara di Jerman, berada pada tahap akhir pada saat kematiannya.

"Alexei Navalny bisa saja duduk di kursi ini sekarang, hari ini juga. Itu bukan sebuah kiasan, itu bisa dan seharusnya terjadi," kata Pevchikh, yang mengetuai dewan yayasan anti-korupsi Navalny dan berbasis di luar Rusia, dikutip Reuters.

“Navalny seharusnya sudah keluar dalam beberapa hari ke depan karena kami mendapat keputusan tentang pertukarannya. Pada awal Februari, Putin ditawari untuk menukar si pembunuh, petugas FSB Vadim Krasikov, yang menjalani hukuman atas pembunuhan di Berlin, dengan dua warga negara Amerika dan Alexei Navalny,” lanjutnya.

Pevchikh, yang telah ditetapkan sebagai "agen asing" oleh Rusia karena pihak berwenang menuduhnya terlibat dalam organisasi ekstremis, mengatakan dia telah menerima konfirmasi bahwa negosiasi pertukaran tersebut berada pada tahap akhir pada malam tanggal 15 Februari.

Dia menjelaskan Navalny, dibunuh sehari kemudian karena Putin tidak bisa mentolerir pemikiran bahwa dia bebas. Dia tidak menjelaskan mengapa Putin tidak menolak begitu saja untuk menukar Navalny jika dia menentang pertukaran tersebut.

Dia mengatakan bahwa pengusaha Roman Abramovich adalah orang yang menyampaikan gagasan kepada Putin untuk menukar Navalny. Belum ada komentar langsung dari Abramovich.

Pevchikh tidak menyebutkan nama dua warga negara AS yang diduga akan ditukar dengan Navalny. Namun AS mengatakan pihaknya berupaya memulangkan Evan Gershkovich, reporter Wall Street Journal dan Paul Whelan, mantan marinir AS.

Rusia menuduh kedua pria tersebut melakukan spionase, namun mereka menyangkalnya.

Yulia, istri Navalny, mengatakan di jaringan media sosial X bahwa intervensi Pevchikh menunjukkan alasan Putin membunuh suaminya.

“Dan kami pasti akan mencari tahu siapa sebenarnya dan bagaimana tepatnya melakukan kejahatan ini,” tulisnya.

Seorang pejabat Barat mengatakan kepada Reuters bahwa belum ada tawaran resmi yang dibuat mengenai pertukaran yang akan melibatkan Navalny, namun mengatakan diskusi awal antara Rusia, Amerika Serikat, dan Jerman telah berlangsung.

Dua sumber Rusia mengatakan kepada Reuters bahwa pembicaraan tentang pertukaran Navalny telah diadakan dan pada prinsipnya pertukaran telah disepakati. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dikutip oleh Financial Times mengatakan dia tidak mengetahui adanya perjanjian untuk menukar Navalny.

Pemerintah Jerman menolak berkomentar pada Senin (26/2/2024).

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya