WIROBRAJAN -Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melakukan kampanye menabung haji dengan menggandeng ratusan kusir andong di Jogja National Museum, Yogyakarta.
Kampanye menabung haji ini terus digencarkan mengingat masa tunggu di Indonesia rata-rata mencapai 26 tahun. Bahkan, khusus di DIY telah mencapai hampir 34 tahun. Sementara, jumlah jamaah tunggu di Indonesia mencapai 5,3 juta orang.
Anggota Bidang Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan BPKH, Amri Yusuf mengatakan bahwa masyarakat yang menabung biaya haji sejak dini, dinilai akan turut mengurangi jumlah jamaah haji dengan usia berisiko tinggi dan menekan angka jamaah haji meninggal dunia.
Selain itu, BPKH turut menjamin jutaan jamaah untuk mendapatkan imbal hasil saat menabung haji. Karena dana jemaah itu dikelola oleh BPKH secara transparan dan akuntabel lalu diinvestasikan dengan prinsip syariah.
"Banyak yang belum mengetahui kalau kita nabung haji dananya itu bertumbuh karena diinvestasikan secara syariah. Jamaah haji bisa lihat dananya bisa tumbuh secara real time. Di mana setiap jamaah akan mendapatkan imbal hasil dari investasi BPKH langsung ke nomor rekening hajinya,"kata Amri Jumat (1/3/2024).
Amri mengatakan, pada kesempatan kali ini BPKH turut memberikan QR Code di sisi belakang andong. Ini menjadi cara BPKH untuk memasifkan edukasi dan ajakan kepada masyarakat untuk mulai menabung haji.
Saat QR Code tersebut di-scan pada gawai, nantinya akan langsung terkoneksi dengan website. Di sana, akan ada berbagai informasi terkait pengelolaan keuangan haji yang bisa diakses oleh masyarakat.
"Harapannya, banyak usia muda produktif yang menjadi tangan-tangan untuk petugas haji karena jumlah petugas haji dengan jamaah kan jauh, jamaah saja sudah mencapai 240 ribu tahun ini,"pungkasnya.