Sementara itu, Ketua Paguyuban Kusir Andong DIY Purwanto mengaku andong dari tahun ke tahun jumlahnya terus menurun. Hal ini lantaran andong berangsur-angsur kalah dengan moda transportasi yang lebih murah. Untuk itu dia mengaku senang dan berterima kasih.
Menurutnya, kolaborasi bersama BPKH berupa branding andong menjadi ikon wisata di Yogyakarta ini menjadikan kusir andong lebih mudah dalam menggaet penumpang.
"Branding ini bisa meningkatkan minat orang naik andong. Sekaligus kami bisa memasarkan haji dan agar lebih banyak masyarakat yang mengetahui soal keberadaan BPKH. Selalu kita harapkan BPKH dan Paguyuban Kusir Andong DIY agar terus bersinergi,"tandasnya.
(Fahmi Firdaus )