Heran Ledakan Suara PSI di Sirekap, Burhanudin Muhtadi : Itu Jumlah yang Sangat Besar

Nur Khabibi, Jurnalis
Minggu 03 Maret 2024 05:10 WIB
Burhanuddin Muhtadi (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanudin Muhtadi menyatakan 'ledakan' perolehan suara PSI dalam aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) selama beberapa waktu ini bukan hal yang biasa.

Hal itu kaitkan dengan teori the law of large numbers atau teori bilangan besar. Menurutnya, jika data yang masuk sudah lebih dari 50 persen, maka perubahan perolehan suara sulit untuk sedinamis perolehan PSI yang naik 19 ribu dalam kurun waktu dua jam.

"Menurut the law of large number, kalau data sudah masuk apalagi sudah di atas 50 persen, 65 persen dari total TPS 820 ribut lebih di Indonesia itu (kenaikan suara PSI) ngga main-main, itu jumlah yang sangat besar," kata Burhanudin kepada iNews Media Group, Sabtu (2/3/2024).

 BACA JUGA:

Dalam kesempatan tersebut, Burhanudin juga menyebutkan 'ledakan' suata bukan hanya dialami PSI, tapi juga Partai Gelora.

Diketahui, dua partai nonparlemen tersebut merupakan koalisi pendukung Prabowo-Gibran dalam Pemilu 2024.

"Gelora naik 15 ribu, yang lain kenaikan (perolehan) suaranya kecil-kecil," ujarnya.

Sekedar informasi, raihan suara PSI terpotret melonjak tajam dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, raihan suata itu mendekati ambang batas parlemen yakni sebesar 4%.

 BACA JUGA:

Dari data real count KPU yang dipublikasikan di Sirejao pada laman laman web pemilu2024.kpu.go.id, PSI mendapatkan 2.001.493 suara atau 2,68 persen. Data itu diolah dari rekapitulasi suara di 530.776 TPS pada Senin (26/2/2023) pukul 06.00 WIB.

Suara itu terus melonjak hingga Sabtu (2/3/2023) pukul 13.00 WIB. Dari hasil real count terhadap 541.260 TPS pukul 13.00 WIB, PSI mendulang 2.399.469 suara atau 3,13 persen.

Sementara itu politisi PSI, Cheryl Tanzil merespons dugaan tuduhan curang dari sejumlah pihak dan menyebut PSI menang atau kalah tetap dibully.

"Kita kan negara demokrasi ya, setiap orang bebas berekspresi. Tapi hati-hati, kalau teriak curang dan menuduh PSI tapi tidak bisa membuktikan secara hukum. Karena kami pun sangat terbuka kalau memang ada kecurangan silakan laporan kita ada mekanisme ada Bawaslu ya, silahkan aja," kata Cheryl, Sabtu (2/3/2024).

"Saya rasa ini ironis sekali partai kami ya, karena apapun yang terjadi pada partai kami, kami tetap dibully. Misalnya, kalau partai kami menang, kami akan dibilang curang karena partai yang pemilu sebelumnya tidak menang lalu sekarang menang, dibilang curang. Lalu kalau

kami kalah kami dibully juga bahwa Kaesang itu tidak berpengaruh. Jadi apapun itu ya kami sudah siap. Ini bagian dari berjuang untuk demokrasi," ujarnya.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya