Selain PSI, Partai Gelora Juga Alami Ledakan Suara di Sirekap

Nur Khabibi, Jurnalis
Minggu 03 Maret 2024 05:18 WIB
Pengurus Partai Gelora (Foto: MPI)
Share :

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanudin Muhtadi menyatakan, 'ledakan' perolehan suara di aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) bukan hanya dialami PSI. Menurutnya, Partai Gelora pun mengalami hal serupa.

"Sebenarnya yang mengalami kenaikan tajam bukan hanya PSI tapi juga Gelora," kata kata Burhanudin kepada iNews Media Group, Sabtu (2/3/2024).

Burhanudin menyebutkan, kenaikan tajam perolehan suara dalam Sirekap KPU hanya terjadi pada dua partai nonparlemen pendukung capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Gibran tersebut.

 BACA JUGA:

Keduanya, menurut Burhanudin, mengalami kenaikan puluhan ribu dari data 110 TPS yang baru masuk ke Sirekap.

"PSI naik 19 ribu kemudian Gelora naik 15 ribu yang lain kenaikan suaranya kecil-kecil," ujarnya.

Sekedar informasi, raihan suara PSI terpitret melonjak tajam dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, raihan suata itu mendekati ambang batas parlemen yakni sebesar 4%.

Dari data real count KPU yang dipublikasikan di Sirejao pada laman laman web pemilu2024.kpu.go.id, PSI mendapatkan 2.001.493 suara atau 2,68 persen. Data itu diolah dari rekapitulasi suara di 530.776 TPS pada Senin (26/2/2023) pukul 06.00 WIB.

Suara itu terus melonjak hingga Sabtu (2/3/2023) pukul 13.00 WIB. Dari hasil real count terhadap 541.260 TPS pukul 13.00 WIB, PSI mendulang 2.399.469 suara atau 3,13 persen.

 BACA JUGA:

Sementara itu politisi PSI, Cheryl Tanzil merespons dugaan tuduhan curang dari sejumlah pihak dan menyebut PSI menang atau kalah tetap dibully.

"Kita kan negara demokrasi ya, setiap orang bebas berekspresi. Tapi hati-hati, kalau teriak curang dan menuduh PSI tapi tidak bisa membuktikan secara hukum. Karena kami pun sangat terbuka kalau memang ada kecurangan silakan laporan kita ada mekanisme ada Bawaslu ya, silahkan aja," kata Cheryl, Sabtu (2/3/2024).

"Saya rasa ini ironis sekali partai kami ya, karena apapun yang terjadi pada partai kami, kami tetap dibully. Misalnya, kalau partai kami menang, kami akan dibilang curang karena partai yang pemilu sebelumnya tidak menang lalu sekarang menang, dibilang curang. Lalu kalau kami kalah kami dibully juga bahwa Kaesang itu tidak berpengaruh. Jadi apapun itu ya kami sudah siap. Ini bagian dari berjuang untuk demokrasi," ujarnya.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya