Kisah Jenderal Benny Moerdani yang Berjanji Enggan Kenakan Baret Merah Lagi

Awaludin, Jurnalis
Kamis 07 Maret 2024 07:03 WIB
Jenderal TNI (Purn) LB Moerdani (foto: dok ist)
Share :

JENDERAL Leonardus Benyamin Moerdani atau Benny Moerdani, merupakan salah satu tokoh militer Indonesia yang banyak berkecimpung di bidang intelijen.

Pada masa Orde Baru, Benny Moerdani bersama Ali Moertopo dan Yoga Sugomo, memiliki kedekatan khusus dengan Presiden Soeharto. Bahkan Benny sempat menjabat sebagai Panglima ABRI (1983-1988).

Benny juga pernah dipercaya sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan (1988-1993). Ia juga pernah memimpin sebagai Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib).

Karier ketentaraan Benny Moerdani diketahui melesat dari Kopassus yang saat itu masih bernama RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat).

Sejak 1956, yakni saat KKAD (Kesatuan Komando Angkatan Darat) berubah nama RPKAD, Benny telah menjadi komandan kompi. Sejak awal ia menjadi pelatih bagi prajurit yang hendak mengikuti seleksi masuk RPKAD.

Tidak heran, Benny begitu kaget sekaligus gusar ketika tiba-tiba diminta keluar dari RPKAD. Perintah meninggalkan RPKAD itu datang langsung dari Menteri/Pangad Letjen Ahmad Yani.

Yani yang pada peristiwa G30S PKI atau gerakan 30 September 1965 menjadi salah satu korban penculikan sekaligus pembunuhan, meminta Benny Moerdani melapor kepada Pangkostrad Soeharto.

“Benny terperanjat karena perintah lisan Yani melapor kepada Panglima Kostrad Soeharto, berarti dia harus meninggalkan RPKAD,” demikian dikutip dari buku Legenda Pasukan Komando Dari Kopassus Sampai Operasi Khusus (2017).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya