Dalam dialog yang sama, Katrina dari komunitas Amartha menambahkan bahwa jenis makanan lokal yang mudah didapatkan adalah jagung dan sorgum. Keduanya memiliki sumber serat dan juga sumber lemak pengganti beras atau karbohidrat lainya.
"Contoh hari ini beras mahal kan, padahal ada makanan lain sebagai penggantinya. Kita punya jagung, sorgum dan sumber lemak sumber serat lainya. Lebih dari itu mereka bisa menggali sendiri apa yang mereka punya di daerahnya masing-masing," katanya.
Sementara itu, Monica dari komunitas lokal Larantuka menyambut baik upaya beberapa komunitas tersebut dalam menjadikan pangan lokal sebagai pangan sehat pengganti karbohidrat beras. Ke depan, kata Monik, gerakan ini bisa menjadi gerakan Satu Hari Konsumsi Pangan Lokal di tiap sekolah dasar.
"Dengan kehadiran temen temen yang mengajarkan adik adik mencintai pangan lokal ini saya yakin akan menjadi gerakan baik di sekolah dan menggali potensi makanan lokal sehingga kita tidak bergantung pada beras. Karena itu, kita akan mengawal sekolah untuk menerapkan hari makan lokal. Dan kita sudah berkoorsinasi dengan sekolah dan mereka sudah rapat untuk menetapkan hari makan pangan lokal atau satu hari tanpa nasi," jelasnya.
(Fakhrizal Fakhri )