JAKARTA - Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPK) Agus Rahardjo menyambangi kantor Bawaslu RI untuk melakukan laporan terkait adanya dugaan kecurangan dalam pemilihan DPD RI di Madura.
"Ada kemungkinan kecurangan pemilihan anggota DPD di Madura. Yang kami sampling 3 kabupaten,"kata Agus kepada wartawan di Gedung Bawaslu RI, Rabu (13/3/2024).
"Waktu itu pertama hanya 3 desa pertama. Sekarang malah 3 kabupaten yang kemudian sampling itu menunjukkan perubahan yang drastis antara C1 menjadi D ya, menguntungkan beberapa orang saja," sambungnya.
Karena adanya dugaan kecurangan tersebut, Agus melaporkan hal tersebut ke Bawaslu. Dia berharap agar dugaan kecurangan tersebut bisa segera ditindak.
"Nah mudah-mudahan bawaslu RI nanti bisa menindaklanjuti dengan baik. Nah selain ke Bawaslu RI Kami juga mau ke DKPP. Mudah-mudahan ada langkah-langkah yang lebih baik setelah laporan ini dilakukan," ucap Agus.
Agus mengungkapkan, dirinya membawa bukti dugaan kecurangan yang dibawa melebihi bukti yang sebelumnya dia temukan di tiga Kabupaten di Jawa Timur, yakni Pamekasan, Sampang, Sumenep.
"Ya contoh-contoh C1 menjadi D yang berubah banyak itu tadi. Itu C1 nya kami bawa itunya juga kami bawa," tutup Agus.
Sebelumnya, Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo gagal lolos ke Senayan karena suaranya kalah dari Ketua DPD periode 2019-2024 La Nyalla Mattalitti, petahana DPD RI Ahmad Nawardi, dan juga Lia Istifhama yang merupakan keponakan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Agus Rahardjo gagal lolos DPD RI usai perolehan suaranya berada di urutan kelima. Sebelumnya, ia sempat unggul dan masuk empat besar suara terbanyak. Lalu di detik-detik terakhir, suaranya disalip oleh Nawardi.
(Fahmi Firdaus )