Kisah Tribhuwana Tunggadewi, Ratu Majapahit Sang Penakluk Kerajaan Nusantara

Cahyo Yulianto, Jurnalis
Jum'at 29 Maret 2024 09:21 WIB
Ilustrasi ratu majapahit (Foto: Instagram)
Share :

Pada tahun 1328, Jayanegara meninggal dunia tanpa meninggalkan seorang putra mahkota. Karena Gayatri sudah menjadi biksuni, maka tahta Kerajaan Majapahit diserahkan pada Tribhuwana Tunggadewi atas perintah Gayatri.

Ia menjadi pemimpin pertama Majapahit yang merupakan seorang perempuan. Saat menjadi seorang ratu, dirinya memiliki gelar Sri Tribhuwanatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani.

Ketika pasukan Tribhuwana Tunggadewi tiba ia lantas mengerahkan segenap pasukannya dalam satu kekuatan, Sadeng pun akhirnya segera menyerah. Secara resmi kemenangan dialamatkan ke ratu dan dua panglima bawahannya. Setelah itu Tribhuwana mengangkat Sadeng Kembar menjadi menteri keamanan dalam negeri dan Gajah Mada sebagai panglima militer tertinggi di Kerajaan Majapahit.

Atas jasanya itu, Gajah Mada kemudian diangkat menjadi seorang Mahapatih. Saat dilantik dengan jabatannya itu, Gajah Mada mengucap sumpah untuk menyatukan nusantara yang dikenal sebagai Sumpah Palapa.

Pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi pun tidak bertahan begitu lama. Tepatnya saat Gayatri meninggal pada tahun 1350, ia memilih untuk mundur. Alasannya adalah karena ia merasa tugasnya mewakili sang ibu menjadi ratu telah usai.

Tahta Kerajaan Majapahit pun akhirnya ia wariskan pada putranya, Hayam Wuruk yang masih berusia 16 tahun. Namun meski begitu, Tribhuwana Tunggadewi masih banyak terlibat dalam beberapa urusan kerajaan.

(Rina Anggraeni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya