Jenderal bintang satu ini mengapresiasi kerjasama yang terjalin baik dengan pihak Bea dan Cukai, termasuk Direktorat Resnarkoba Polda Jawa Tengah sehingga pengungkapan ini bisa dilakukan.
Sementara itu, Direktur Interdiksi Narkotika Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Syarif Hidayat menambahkan pihaknya sejak Januari sudah mencurigai adanya pengiriman prekursor dari Cina, Hong Kong termasuk Belanda.
“Dari Januari sampai April, itu (pengiriman) bahan baku lengkap untuk buat sabu. Kami koordinasi dengan Bareskrim dan bisa diungkap klandestin lab pembuatan sabu ini,” kata Syarif.