JAKARTA - Bandar narkoba Fredy Pratama yang saat ini masih buron, dan masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) diketahui masih mengendalikan jaringannya di Indonesia, dengan menggunakan aplikasi chat Blackberry Messenger.
Hal tersebut disampaikan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa saat ungkap kasus Clandestine Lab milik bandar narkoba Fredy Pratama di komplek perumahan Taman Sunter Agung 2, Jakarta Utara, pada Senin (8/4/2024).
Mukti menyebutkan, keempat kurir yang juga menjadi produsen ekstasi di Sunter diketahui berkomunikasi dengan Fredy yang sedang bersembunyi di luar negeri.
"Kita dalami lah, pada prinsipnya kita sudah tau Fredy Pratama ada di Thailand," ujar Mukti Juharsa.
Terkait komunikasi yang dilakukan oleh Fredy Pratama kepada jaringan narkotika nya di Indonesia disebut Mukti dilakukan menggunakan aplikasi chat online.
"Mereka berkomunikasi menggunakan BlackBerry Messenger atau BBM," ungkap Mukti.
Dengan penangkapan empat orang dari Taman Sunter Agung tersebut Mukti menyebutkan sudah ada 62 tersangka dan aset Rp 400 miliar yang diamankan pihak kepolisian.
"Sudah banyak ya, tambah 4 kan sekarang, jadi 62 ya. Kalau total aset sekitar Rp 400 miliar," pungkas Mukti Juharsa.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, sebanyak empat orang diamankan petugas kepolisian dari sebuah rumah yang dijadikan pabrik narkoba rumahan atau Clandestine Lab jaringan bandar narkotika Fredy Pratama di Taman Sunter Agung 2 Jakarta Utara.
Empat tersangka yang diamankan yakni adalah A alias D seorang laki-laki, R seorang laki-laki, C laki-laki, dan G laki-laki.
Selain itu polisi masih melakukan pengejaran terhadap setidaknya dua DPO yakni Fredy Pratama alias Amang, Aming, alias Eskobar, dan D alias G.
Barang bukti yang disita kepolisian dari pabrik rumahan narkoba ekstasi adalah uang tunai sebanyak Rp 34.970.000, narkotika jenis ekstasi sebanyak 7.800 butir, handphone, mesin cetak ekstasi, ratusan kilogram bahan baku yang siap cetak, bahan adonan dan alat pendukung pembuatan ekstasi lainnya.
Bareskrim Polri sebelumnya juga sudah menggerebek Pabrik Rumahan Sabu dan Happy Water di Semarang Jawa Tengah. Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol, Mukti Juharsa menyebut Fredy Pratama mengendalikan langsung melalui aplikasi Blackberry Messenger (BBM) dari Bangkok, Thailand.
(Awaludin)