Hal ini diungkap oleh mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, dalam postingannya di Instagram. Dia menjelaskan bahwa sistem komunikasi dari pasukan gerilya Paraku menggunakan Dead Letter Box, di mana kurir membawa pesan dari satuan induk mereka untuk satuan lainnya, kemudian menyembunyikan surat di dalam tanah yang kemudian diambil oleh kurir lain di lokasi yang sudah disepakati sebelumnya.
Penemuan ini sangat berharga karena memungkinkan pasukan elit seperti Kopassus untuk memahami komunikasi antar kelompok bersenjata tersebut.
(Qur'anul Hidayat)