JAKARTA - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akan genap berusia 72 tahun pada 16 April 2024. Cikal bakal pasukan yang mempunyai seragam loreng darah mengalir ini sangat menarik untuk diulas.
Okezone menulis kembali secara lengkap awal terbentuk pasukan yang awalnya bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dan memiliki sesanti Pataka “Tribuana Chandraca Satya Dharma ini.
Kopassus sendiri dibentuk oleh seorang mantan instruktur Korps Speciale Troepen (KST) atau Pasukan Khusus Belanda. Tidak hanya tentara, tapi juga anak petani Bunga Tulip yang sempat jadi sopir Ratu Belanda, Wilhelmina di masa Perang Dunia II.
Adalah Rokus Bernardus Visser atau yang lebih dikenal Mochammad Idjon Djanbi. Lahir pada 13 Mei 1914, Visser muda “terdampar” di London, Inggris akibat pecah Perang Dunia II.
Visser muda saat itu berada di Inggris dalam rangka membantu ayahnya jadi pedagang bola lampu. Dia lantas memilih masih kedinasan tentara Belanda dalam pengungsian di Inggris, pasca-negerinya dikuasai Jerman.
Tapi setelah masuk dinas tentara, Visser ternyata hanya jadi sopir Ratu Wilhelmina yang juga mengungsi ke Inggris dan tugas ini hanya dilaluinya setahun.
Sempat keluar ketentaraan, Visser masuk lagi dan bergabung ke Pasukan Belanda ke-2 sebagai operator radio. Di pasukan ini, Visser akhirnya ikut merasakan yang namanya pertempuran di PD II dengan ikut Operasi Market Garden, pendaratan sekutu dengan terjun payung di Arnhem pada September 1944.
Karier militer Visser lumayan pesat dan sempat digembleng lagi di Sekolah Pasukan Para di India. Pengalamannya yang lumayan banyak untuk ukuran prajurit Belanda kala itu, membuatnya dipercaya mendirikan School voor Opleiding van Parachutisten di Hollandia (kini, Jayapura) dengan pangkat letnan pada 1946.