Devi membagi 3 bagian waktu yang terjadi pada pengawasan anak selama 24 jam. Pertama 8 jam berada di lingkungan sekolah, 8 jam selanjutnya di lingkungan sosial dan serta 8 jam lagi di dalam keluarga. Untuk di lingkungan pendidikan, pihaknya dapat mengendalikan namun selebihnya harus ada kerja sama dengan pihak lain.
"Jadi harus saling terkait gitu. Jadi ini artinya jangan sampai lengah. Barusan saya konfirmasi ke ibunya bahwa anaknya jam 4 sore ijin keluar main sebentar, ternyata kita kan tidak tahu di lingkungan sosial mereka. Ini murni ada di lingkungan pengawasan orang tua," ujar Devi.
Sebelumnya, seorang pelajar SMP Negeri di salah satu Kabupaten Sukabumi nyawanya tidak tertolong usai berduel dengan pelajar dari SMP Negeri di Kota Sukabumi, pada Sabtu (4/5/2024) sekira pukul 20.00 WIB malam.
Informasi yang dihimpun, korban berinisial PD (13) siswa kelas 7 salah satu SMP Negeri di Kabupaten Sukabumi, yang merupakan warga Kampung Cirampo, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.
Aksi duel yang menggunakan senjata tajam itu, disaksikan oleh para pelajar dari kedua kelompok sekolah tersebut. Bahkan dari para pelajar yang berada di lokasi kejadian, ada yang mengabadikan peristiwa tersebut dengan telepon selulernya.
Korban yang sempat diberikan pertolongan medis di Klinik Tabayyun di Jalan Raya Sukabumi-Jampangtengah, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, akhirnya di rujuk untuk dibawa ke rumah sakit.
(Angkasa Yudhistira)