Setelah pembacaan teks proklamasi oleh Hassan Basry, upacara selesai dan bendera merah putih kembali diturunkan untuk menghindari serangan Belanda.
Untuk mempublikasikan hasil proklamasi, disuruhlah kurir Tarsan untuk menempel teks proklamasi di Pasar Kandangan.
Teks proklamasi akhirnya berhasil ditempel pada 20 Mei 1949, seketika gemparlah masyarakat Kandangan.
Lalu salah satu wartawan mengambil teks proklamasi tersebut dan membawa ke Banjarmasin, sehingga berita proklamasi dengan segera beredar di Kalimantan.
Untuk memperingati momen bersejarah Proklamasi Kalimantan, di lokasi itu kini sudah dibangun Monumen Proklamasi Kalimantan.
(Salman Mardira)