Polisi: Pelaku Bully dan Penganiayaan Siswi SMP di Depok Sementara Ada 2 Orang

Muhammad Refi Sandi, Jurnalis
Jum'at 17 Mei 2024 12:48 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)
Share :

DEPOK - Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Depok, Iptu Nurhayati mengatakan bahwa terduga pelaku bully atau perundungan dan penganiayaan seorang siswi di lapangan tanah merah, Depok sementara ada dua orang.

Ia menjelaskan bahwa korban merupakan siswi SMP Al-Basyariah, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Sementara untuk pelaku dari SMK Wira Buana, Bojonggede, Kabupaten Bogor.

"Iya (pelaku dari SMK Wira Buana dan korban dari SMP Al-Basyariah)," kata Nur saat dikonfirmasi, Jumat (17/5/2024).

"(Sementara pelaku) dua orang," tambahnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bojonggede, AKP Ade Sudrajat juga membenarkan hal serupa. Ia tidak hafal pasti jumlah pelaku sebatas mengarahkan kasus ditangani Unit PPA Polres Metro Depok.

"Betul untuk pastinya saya kurang hafal karena kami hanya menangani awal saja merespons selanjutnya kami arahkan ke Unit PPA," ucap Ade.

Sebelumnya, viral seorang siswi SMP diduga menjadi korban bully atau perundungan dan penganiayaan di sebuah lapangan tanah merah, Depok, Jawa Barat beredar di media sosial.

Dalam video yang diterima iNews Media Group pada Jumat (17/5/2024) terlihat seorang siswi berseragam pramuka dibully dan dianiaya oleh seorang perempuan tidak berseragam.

"Udah kak sakit, sakit," ucap seorang siswi yang diduga korban bully dan penganiayaan dalam sebuah video.

Sementara itu terpisah, Kepala Urusan (Kaur) Humas Polres Metro Depok, Iptu Made Budi membenarkan kejadian tersebut. Saat ini korban telah membuat laporan polisi dan kasus ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Depok.

"Lagi diproses nih oleh PPA. Iya sudah (korban buat laporan polisi). Pelaku masih proses penyelidikan," ucap Made.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya