Yogie S Memet Lakukan Tirakat Khusus Tumpas Gerombolan Kahar Muzakkar
Di era kepimpinan Yogie S Memet saat menjadi Danyon 330/Kujang Kodam Siliwangi pernah menumpas gerombolan DI/TII Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan.
Pada 17 Agustus 1964, Presiden Soekarno memberikan ultimatum kepada Kodam Hasanuddin untuk segera menangkap Kahar Muzakkar hidup atau mati.
Waktu itu, RPKAD (Kopassus) juga mendapat penugasan di bawah Yonif 330/Para Kujang pimpinan Yogie S Memet untuk membantu Kodam Hasanuddin. Setelah mendengar perintah, Yogie bertekad segera menangkap Kahar.
Yogie S Memet memiliki tirakat khusus saat hendak menangkap Kahar Muzakkar, demikian dituliskan dalam buku Jenderal M Jusuf: Panglima Para Prajurit karya Atmadji Sumarkidjo.
Saat itu Yogie S Memet berpuasa jauh-jauh hari sebelum bulan puasa (Ramadan) karena prihatin tekad mereka belum terpenuhi.
Setelah itu, operasi penangkapan sukses besar. Pasukan Yon 330/Para Kujang berhasil menemukan tempat persembunyian Kahar Muzakkar. Sebuah penggerebekan kilat dilakukan saat subuh dengan pasukan yang dikomandoi Kolonel Solichin GP (kepala staf operasi). Setelah terjadi baku tembak, Kahar Muzakkar dinyatakan tewas.
Yogie S Memet menjadi birokrat usai pensiun menjadi prajurit TNI.
Dia pernah menjadi Gubernur Jawa Barat periode 1985-1993 hingga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) era Presiden Soeharto (1993-1998). Pada akhir hayatnya, Yogie S Memet meninggal dunia di RS Advenia Bandung pada 7 Juni 2007.
(Fakhrizal Fakhri )