MSF Bantah Serangan Israel Tepat Sasaran, Merawat 180 Warga Palestina dengan Patah Tulang hingga Luka Bakar

Susi Susanti, Jurnalis
Selasa 28 Mei 2024 08:10 WIB
MSF bantah serangan Israel tepat sasaran, merawat 180 warga Palestina dengan patah tulang hingga luka serius (Foto: Reuters)
Share :

GAZA – Organisasi kemanusiaan di Gaza, Médecins Sans Frontières (MSF) mengatakan pada Senin (27/5/2024) bahwa salah satu fasilitasnya telah menerima sedikitnya 28 orang tewas setelah serangan tersebut, termasuk wanita dan anak-anak.

Dalam sebuah pernyataan, organisasi tersebut mengatakan bahwa mereka telah merawat 180 warga Palestina yang terluka, dengan sebagian besar menderita luka serius akibat pecahan peluru, patah tulang, luka traumatis, dan luka bakar.

MSF menolak klaim Israel bahwa serangan tersebut tepat sasaran, dan mengatakan bahwa serangan terhadap kamp berpenduduk di zona amandi Rafah menunjukkan ketidakpedulian Israel terhadap kehidupan warga sipil di Gaza.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (27/5/2024) malam, Amerika Serikat (AS) menyebut serangan itu memilukan, namun bersikeras bahwa Israel mempunyai hak untuk membela diri.

“Israel mempunyai hak untuk menyerang Hamas, dan kami memahami serangan ini menewaskan dua teroris senior Hamas yang bertanggung jawab atas serangan terhadap warga sipil Israel,” kata juru bicara keamanan nasional Gedung Putih.

Namun mereka mengakui bahwa Israel harus mengambil segala tindakan pencegahan untuk melindungi warga sipil. Termasuk menjawab pertanyaan bagaimana serangan presisi yang menggunakan amunisi khusus dengan hulu ledak yang dikurangi dapat mengakibatkan badai api yang menewaskan puluhan orang dan melukai banyak orang?

Para pejabat Israel menghabiskan sebagian besar waktunya pada Senin (27/5/2024) untuk mencari tahu apa yang salah di Rafah.

Menyusul keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) pada pekan lalu, yang memerintahkan Israel untuk menghentikan operasi apa pun di wilayah Rafah yang mungkin menimbulkan kerugian lebih lanjut pada penduduk Palestina, Israel tahu bahwa perhatian dunia sedang tertuju pada hal tersebut. Mereka berada di bawah tekanan besar untuk menjelaskan tindakan mereka.

Dilaporkan bahwa operasi tersebut didasarkan pada intelijen, dan tampaknya kedua tokoh Hamas tersebut terbunuh.

Namun kehadiran warga sipil dalam jumlah besar dan, tampaknya, sejumlah besar bahan mudah terbakar, menimbulkan banyak pertanyaan tentang bagaimana insiden ini direncanakan dan dilaksanakan.

Ketika para pejabat tinggi militer, termasuk Mayjen Yifat Tomer Yerushalmi, advokat jenderal IDF, menjanjikan penyelidikan menyeluruh, kita dapat mengharapkan penjelasan yang lebih rinci akan muncul.

Seperti diketahui, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tetap berkomitmen pada apa yang disebutnya “kemenangan total” di Rafah, sehingga tidak ada tanda-tanda bahwa serangan yang terjadi pada Minggu (26/5/2024) akan mengubah pikirannya.

Terlepas dari pemandangan mengerikan yang terjadi tadi malam, pasukan darat Israel tampaknya masih bertindak hati-hati saat mereka mendekat ke kota Rafah.

Operasi mereka sejauh ini tidak mengakibatkan pertumpahan darah. Namun justru itulah yang dicapai oleh serangan udara tadi malam, yang merupakan pukulan lain terhadap citra Israel yang sudah terpuruk dan melemahkan alasan mereka untuk terus melanjutkan serangan.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya